rss
twitter
    Find out what I'm doing,...

sweet story

Bu Sally segera bangun ketika
melihat dokter bedah
keluar dari kamar operasi.
Dia bertanya dengan penuh harapan: Bagaimana
anakku?
Apakah dia dapat disembuhkan? Kapan saya boleh menemuinya?

Dokter bedah menjawab, "Saya sudah berusaha
sebaik mungkin, tapi
sayangnya anak ibu tidak
tertolong"

Bu Sally bertanya dengan hati
remuk, "Mengapa anakku
yang tidak berdosa bisa terkena kanker? "
Apa
Tuhan sudah tidak peduli lagi? Di mana Engkau Tuhan
ketika anak laki-lakiku
membutuhkanMu ?

Dokter bedah bertanya, "Apa Ibu ingin bersama
dengan
anak ibu selama beberapa waktu? Perawat akan keluar untuk

beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas.
"
Bu Sally
meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan
mengucapkan selamat jalan
kepada anak lelakinya.

Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya
yang hitam
itu. "Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai

kenangan?" perawat itu bertanya.
Bu Sally mengangguk.. Perawat memotong
sedikit rambut dan
menaruhnya di dalam kantung plastik untuk disimpan.

Ibu Sally berkata, Jimmy anakku ingin mendonorkan
tubuhnya untuk
diteliti di Universitas.
Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat

menolong orang lain yang memerlukan.
"Awalnya saya tidak membolehkan
tapi Jimmy
menjawab, 'Ma, saya kansudah tidak membutuhkan tubuh
ini
setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat membantu anak
lain untuk bisa
hidup lebih lama dengan ibunya... "

Bu Sally terus bercerita,
"Anakku itu memiliki
hati emas. Jimmy selalu memikirkan orang lain. Selalu
ingin
membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. . "

Bu
Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan
waktunya selama enam
bulan di sanauntuk merawat Jimmy.
Dia membawa kantung yang berisi
barang-barang anaknya.
Perjalanan pulang sungguh sulit baginya. Lebih sulit
lagi
ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong. Barang-barang
Jimmy
ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi
segenggam rambut itu di dalam
kamar anak lelakinya. Dia
meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik
pribadi
Jimmy, anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan
barang-barang
itu.

Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan

membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga
tertidur.
Di
sekitar tengah malam, bu Sally terjaga. Di samping
bantalnya terdapat
sehelai suratyang terlipat.

Suratitu berbunyi: "Mama tercinta, Saya tahu

mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu
mengingatmu ma dan
tidak akan berhenti mencintaimu walaupun
saya sudah tidak bisa mengatakan
'Aku sayang mama'.

Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan
semakin
sayang padamu ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu
lagi.

Sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki
agar tidak
kesepian, bagiku tidak apa-apa ma. Dia boleh
tidur di kamarku dan bermain
dengan mainanku.

Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia
tidak
melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki.
Mama
harus membelikannya boneka dan barang-barang yang
diperlukan oleh anak
perempuan. Jangan sedih karena
memikirkan aku ma. Tempat aku berada
sekarang begitu indah.
Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di
sana
dan
mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah.

Tapi perlu waktu lama untuk
melihat segalanya disana...
Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin.
Tapi saya
senang melihatnya terbang. Dan apa mama tahu apa yang
kulihat?
Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang
dilukis manusia. Tapi,
ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia
adalah Yesus......

Yesus
sendiri mengajakku menemui Allah Bapa! Tebak ma apa
yang terjadi? Aku boleh
duduk di pangkuan Bapa dan berbicara
dengan-Nya seolah-olah aku ini orang
yang sangat penting.
Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis

suratkepada mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan
kata-kataku yang
lain. Namun aku sadar bahwa hal ini
pasti tidak diperbolehkan Nya. Tapi
mama tahu, Allah sendiri
memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk
menulis surat

ini kepada mama tersayang. Saya pikir malaikat Gabriel akan
mengirimkan
suratini kepadamu ma.

Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama
ketika mama
bertanya 'Di mana Allah pada saat aku
membutuhkan- Nya?'

Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya
ketika
putera-Nya Yesus disalib. Dia ada di sanama, dan dia
selalu berada bersama
semua anak.

Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa

yang aku tulis selain mama sendiri. Bagi orang lain,
surat ini hanya
merupakan sehelai kertas kosong. Luar
biasa kan ma?
Sekarang saya harus mengembalikan
pensil Bapa yang aku
pinjam.
Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan
nama-nama dalam
Buku Kehidupan..
Malam ini aku akan makan bersama dengan
Yesus dalam
perjamuan-Nya. . Aku yakin makanannya akan lezat sekali..

Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak
kesakitan lagi.
Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang
karena aku tidak tahan
merasakan sakit itu dan Bapa juga
tidak tahan melihat aku kesakitan. Itulah
sebabnya mengapa
Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk menjemputku. Malaikat

itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa!
Bagaimana ma?

Salam kasih dari Allah Bapa, Yesus & aku.



"Ketika anda jatuh, Tuhan akan
membangkitkan
anda."




~Tuhan memberkati anda ~.
.

Related Post



0 comments:

Poskan Komentar