rss
twitter
    Find out what I'm doing,...
Tampilkan postingan dengan label nyeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyeri. Tampilkan semua postingan

PERBEDAAN NYERI AKUT DAN KRONIS


dari HSC UGM
kuliah anestesi oleh dr,Yusmein Uyun.Sp.An 

Nyeri akut
Nyeri kronik
Merupakan gejala dari trauma/penyekit
Merupakan masalah
Memiliki arti secara biologic
Tidak
Menyebabkan kecemasan
Menyebabkan depresi
Memberikan respon thd pengobatan adekuat
Tidak memberikan respon
Disebabkan oleh kelainan yang dapat diidentifikasi
Merupakan proses yang komplek



 
. Read the rest of this entry...

NYERI KRONIS

diambil dari HSC UGM
kuliah disampaikan oleh dr.Yusmein Uyun.Sp.An 

NYERI KRONIS
Nyeri persisten setelah nyeri akut atau penyembuhan nyeri akut tidak terjadi dalam waktu 1-6 bulan. Nyeri berupa nyeri nosisepsi, neropatik dan kombinasi.  ,melibatkan factor psikososial dan lingkungan. Penanganan melibatkan kombinasi medikal,psikososial,dan tx farmakokogi.
Nyeri kronik tidak memberikan pertanda adanya kerusakan fungsi biologi
Mekanisme nyeri kronis melibatkan saraf perifer, sentral, dan psikologis. Sensitisasi nosiseptor memegang peranan penting. Mekanisme perifer sentral san sentral komplek misalnya adanya lesi nervus perifer, ganglion, radix dorsalis, radix nervus dan struktur sentral.

Nyeri kronik memiliki sifat:
  • -          Tidak ada gangguan neuroendokrin
  • -          Nyeri dihubungkan dengan paraplegia
  • -          Gangguan tidur
  • -          Depresi
  • -        Gangguan nafsu makan

. Read the rest of this entry...

NYERI AKUT


 dari HSC UGM
diajar oleh dr.Yusmein Uyun, Sp.An 

Nyeri yang terjadi karena stimulasi noxious karena adanya injuri, prosespenyakit, atau fungsi otot dan visera yang abnormal.jadi hamper semua nosisepsi. Ex:post op,nyeri obstetric, penyakit medis akut (pancreatitis, batu ginjal)

Proses fisiologi nyeri ada beberapa tahap:
1. Transduksi…….perubahan potensial nosiseptor menjadi arus elektrobiokimia/impuls sepanjang akson. Karena pelepasan mediator kimia missal prostaglandin dari sel yang rusak, bradikinin dari plasma, histamine dari sel mast, supstansi P dari ujung saraf.

2. Transmisi ……..penerusan impuls nyeri dari nosisepteor saraf perifer melewati cornu dorsalis korda spinalis menuju korteks serebri.

3. Modulasi…….perngendalian interna oleh system saraf, dapat meningkatkan atau mengurangi penerusan impuls

4. Persepsi…….hasilrekonstruksi SSP tentang impuls yang diterima. Rekonstruksi  merupakan  hasil system saraf sensoris, informasi kognitif, dan pengalaman emosional  .

Nyeri akut dihubungkan dengan stress neuruendokrin. Termasuk self limited yang akan sembuh Dallam beberapa hari-minggu. Namun bila tidak ditangani baik akan berlanjut ke nyeri kronis.

Berdasar lokasi dibedakan menjadi:

1. Somatic

-superfisial: kulit, subkutis, membrane mukosa

-deep: otot,tendon,tulang,joint

2. Visceral….proses penyakit atau fungsi abnormal organ interna (pleura, pericard, peritoneum). Ada 4 tipe:

- visceral terlokalisir

- visceral referral

-parietal  terlokalisir

-parietal referral

RESPON SISTEMIK TERHADAP NYERI


KARDIOVASKULER


RESPIRASI


GI


HEMATOLOGI


ENDOKRIN


IMUN


LAIN-LAIN


TAKIKARDI

↑IRITABILITAS JANTUNG

↑RESISTENSI VASKULER ↑SISTEMIK

CO


↑KONSUMSI O2

↑PRODUKSI CO2

↑VENTILASI PERMENIT


↑TONUS SPINCTER

↑ILEUS

↓MOTILITAS INTESTINAL+URINARI

RETENSI URIN

STRESS ULCER

ASPIRASI

MUAL-MUNTAH


↑PLATELET ADESIVITAS

↓FIBRINOLISIS

HIPERKOAGUABILITI


↑HORMON KATABOLIK(KOTEKOLAMIN,KORTISOL,GLUKAGON)

↓HORMON ANABOLIK(INSULIN DAN TESTOSTERON)


LEKOSITOSIS,LIMPOPENI, MUDAH INFEKSI


ANSIETAS ,GANGGUAN TIDUR





. Read the rest of this entry...

MANAGEMEN NYERI PART 1

Nyeri melibatkan multidisiplin antara lain internis, neurologis,anestesiologis, psikolog, hipnotis, dan akupunktur.


 

Definisi dan Klasifikasi nyeri 

Nyeri didefinisikan sebagai sensasi yang bersifat epikritik ( non noxious) maupun protopatik ( noxious)

  • sensasi  epikritik ( non noxious), misalnya sentuhan,tekanan,propioseptor dan temperatur. Memiliki nilaiambang rendah /low threshold = rangsang dikit aja respon udah jalan. Dihantarkan oleh serabut saraf besar bermielin
  •   sensasi protopatik ( noxious), bersifat merusak.memiliki ambang rendah /low threshold. Dihantarkan serabut saraf kecil bermielin (A Delta) dan dan serabut saraf tidak bermielin (C). 

klasifikasi nyeri

berdasarkan patofisiologi

  1. nyeri nosisepsi=nyeri pada umumnya. Ditimbulkan oleh rangsangan pada nosiseptor   kerusakan jaringan dan reaksi inflamasi.
  2.  Nyeri neuripatik/ non nyeri nosisepsi,  terjadi akibat injuri atau abnormalitas struktur saraf perifer atau sentral.  

berdasaran etiology

  1. nyeri post operatif,bersifat akut
  2. nyeri kanker, bersifat kronis

berdasarkan klinis

  • nyeri akut....akibat stimulasi noxiuns karena injuri, proses penyakit, atau fungsiotot san visera yang abnormal. Sifatnya selalu nosisepsi. tahapnya ada 4:
  1. tranduksi, perubahan potensial nosiseptor menjadi arus elektrobiokimiawi/implus sepanjang akson. Kerana pelepasan mediator kimia seperti bradikinin,prostaglansin, plasma, histamin, sel mast supstansi P dari ujung saraf.
  2. transmisi,..penjalaran impuls dari nosiseptor saraf perifer ke kornu dorsalir korda spinalis menuju korteks serebri
  3. modulasi...
  4. persepsi.........lanjut nanti ke nyeri kronis...klik di sini. 


 

.


. Read the rest of this entry...